Minggu, Juni 26, 2011

Perjalanan ke Situs Rumah Adat Cikondang




Situs Rumah Adat Cikondang berada 
di dalam wilayah Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Jika kita ingin mengetahui seperti apa suasana Kampung Adat Cikondang pada masa lalu, kita dapat melihatnya di Situs Kampung Adat Cikondang.

Perjalanan dari Kota Bandung tidak lah sulit. Dari Tegalega kita naik elf (mobil seperti mini bus) jurusan pangalengan dengan mengeluarkan uang sebesar Rp.6.000,- saja. Turun di Cibiana. Kalau kita enggak tahu Cibiana itu dimana, kita tinggal bilang sama keneknya dan minta diturunin di Cibiana. Perjalanan yang enggak jauh kok.




Turun dari elf tadi, kita langsung dapat melihat tulisan SITUS RUMAH ADAT CIKONDANG. Dari jalan besar itu kita bisa naik ojeg dengan mengeluarkan uang sebesar Rp.3.000,-. Walaupun sebenarnya jalan kaki juga bisa, enggak jauh-jauh amat kok. Hanya 800 km.




Untuk dapat melihat situs rumah adat cikondang, kita harus minta izin dulu sama Kuncennya (maaf lupa nama Bapaknya, ehehe). Kata Kuncennya, setiap hari Senin sama Kamis, cukup banyak pengunjungnya karena kebanyakan dari mereka mau nyekar ke makam. Jadi kalau mau dateng ke sana lebih baik hari Senin atau Kamis, biar Kuncennya ada di tempat. ehehe..

Buat temen-temen yang pengen tahu tentang budaya, khususnya budaya yang ada di Bandung. Coba deh dateng ke Situs Rumah Adat Cikondang. Karena kita juga pasti dapet cerita yang menarik dari Sesepuh dan Kuncen disana.Selain kita jalan-jalan, kita juga dapet pengetahuan baru disana. :)



Keterangan Foto (dari kiri ke kanan): Bapak Kuncen, Agon, Alita, Dewi, Ratih, Eva, Ridwan, dan Bapak Sesepuh. Foto oleh Asep. eheheh

Selama 40 hari kita akan tinggal di Kampung Adat Cikondang. Bukan di rumah adatnya ya..
Cerita selanjutnya pasti menyusul.

Jumat, April 01, 2011

blog itu


Baru aja saya selesai membaca sebuah blog yang entah kapan dan sudah lama tidak pernah terjamah lagi oleh kita. Heh? Oleh saya tepatnya. Mungkin terakhir saya buka tahun 2009. Buwahahaha.. Gak pernah di lihat lagi. Tapi baguss tauu.. ternyata.. andai itu blog buat saya.. (ngiri: mode on) buwahahaha.. Isinya simpel, gak ada kata-kata yang buat kita harus mikir. Hanya makna di dalemnya aja yang bikin terkesan dan terharu. Coba deh hey kalian baca.. Itu blog buatan kita bersama loh.. Mulai dari tampilan luar sampe tulisan-tulisannya juga kita yang buat.. ahahaha

Tampilan luarnya emang dibikin sama beberapa orang dari kita yaitu si Agung yang cengos, si Ita yang manis, dan si Dena yang pinter. Buwahahha.. Dibuat di gedung UPI.net tempat kita belajar statistik. Orang lain serius merhatiin pelajaran statistik, si agung malah ngajakin online buat bikin blog khusus itu. Alhasil saya jadi ikutan gak belajar, “kamu sih, gung, pamawana”. Ahahha *padahal mah da emang suka gak merhatiin walau pake komputer sendirian juga. Buwahaha :)

Kalau kata-katanya kita semua yang bikin, ada lyly yang cantik, ina yang tomboy, dani yang sukanya ngabojeg, marwan yang gak bisa diem, dan arsy yang misterius. (ini panggilan dari ita wee.. :D jadi kalau mau marah sama si ita aja :D) Semuanya dapet tugas buat bikin kesan dan pesan karena tulisannya mau di-publish di blog tersebut. Jadi deh tulisan aneka ragam dengan kata-kata yang beragam tapi punya satu isi.

Kalau ngomongin tulisan dari saya, pada waktu itu tulisan saya sangat lah ALAY LUAR BIASA. Buwahahaha.. yang harusnya huruf “o” jadi “u”, contoh: “kuk”, “ngumung”, dan lain sebagainya. Ahahah (heh yang baca, jangan ngetawain ita siahh..!!!)

Kesan saya setelah baca blog itu.. uwaaww keren, sebegitunya kah kita? Pas baca: saya bisa senyum karena tulisan-tulisannya yang isinya rasa sayang, ketawa karena beberapa foto yang dimasukan ke postingannya emang kocak, tulisan tentang cerita pembuatan yang membuat saya jadi inget masa lalu (kejadian saat itu) bener-bener heboh dan gak berhenti ketawa. Terakhir, saya diem.


Diemnya udahan ah.. ketawa-ketawa lagi aja nginget-nginget masa itu yang menyenangkan-nya. :)))) 

Senin, Maret 28, 2011

twenty


Umur saya yang sekarang sudah berkepala dua alias 20 tahun. Bersyukur, jelas, sangat-sangat bersyukur. Selama 20 tahun hidup di dunia, banyak pengalaman positif juga pengalaman negatif yang pernah saya alami. Semua pengalaman itu membuat saya menjadi semakin dewasa.

Saya dewasa? Iya, cukup dewasa, lebih dewasa dari sebelumnya. Tapi dewasa disini bukan "geDE WAdul kaSAsaha" yaa.. hehehe.. Kalau menurut saya, kata dewasa itu punya arti yang sangat luas. Mulai dari lebih mandiri, sudah mengerti dan bisa memutuskan mana yang baik dan mana yang buruk, bisa mengatasi masalahnya, mampu bertanggungjawab, dan hal-hal yang serupa.

Ada beberapa teman yang menganggap saya sangat dewasa. Oyeah? Ehhehe makasih. Tapi beberapa teman juga bilang kalau saya sangat tidak dewasa terutama dalam perilaku yang muncul. Ahahha.. emmberr.. 
Kesimpulannya, saya cukup dewasa. Aahh.. bingung lah kalau ngomongin udah dewasa apa belum. Yang pasti saya selalu berusaha untuk menjadi individu yang lebih baik lagi.

Pengalaman hidup satu persatu mulai saya rasakan. Dari sangat tinggi menjadi tinggi, dari tinggi menjadi biasa saja, dari biasa saja menjadi rendah, dari rendah menjadi jatuh. Semuanya sudah saya rasakan. alhamdulillah. Tapi inget, Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umat-Nya. Maka semua pengalaman yang pernah saya alami pasti bisa saya lalui karena saya yakin, itu sesuai dengan kemampuan saya.
Saya diberikan cobaan untuk lebih bersabar dalam menghadapi suatu hal, alhamdulillah, walaupun masih tersendat-sendat, saya rasa saya mampu dan bisa melaluinya. Saya dicoba untuk lebih kuat, insyallah saya bisa. Pokoknya saya yakin apapun cobaan yang diberikan Allah pada saya, insyallah saya bisa melewatinya dan itu lah proses pendewasaan diri saya. Dan saya juga yakin dibalik semua cobaan-Nya pasti ada hikmah yang bisa kita ambil.

Di usia saya yang ke 20 tahun ini, saya ingin menjadi seseorang yang lebih berguna lagi. Saya ingin bisa membahagiakan orang-orang disekitar saya. Saya ingin segera menyelesaikan pendidikan S1 saya. Saya ingin mendapatkan pekerjaan. Saya ingin meraih cita-cita saya. Dan masih banyak lagi yang saya inginkan.

Di usia saya yang ke 20 tahun ini, saya sedang belajar banyak hal. Belajar menjadi seorang anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Belajar menjadi seorang kakak yang baik dan dapat dijadikan panutan oleh adiknya. Belajar menjadi seseorang yang dapat membuat lingkungan sekitarnya nyaman. Belajar menjadi hamba yang lebih baik. Belajar menjadi lebih kuat, lebih sabar, lebih dewasa, dan selalu menjadi lebih baik lagi. Belajar menjadi seorang pegawai. Serta belajar banyak hal yang gak mungkin bisa diuraikan satu persatu.


Bersyukur: cukup banyak hal yang sudah saya lakukan, saya alami, dan saya mengerti.