Sabtu, Agustus 07, 2010

Ocehan Kemaren Malem

* hajuuh, gini yah rasanya gak punya pulsa.
* seisi rumah gak punya pulsa juga.
* mau ol pun, gak ada kuotanya.
* nunggu ada yang nelepon. di tungguin sampe jam 2, gak ada telepon juga.
* pengen ngabarin orang, mana bisa?
* liat-liat hp, yang gak bunyi-bunyi.
* no sms, no tevon, no-no-no..

-----

* makin malem, makin dingin. Pori-pori membesar.
* NO CONTEST, filmnya bagus juga.
* setengah 3, it's time to sleep.
* pantesan aja dingin, pintu kamar gak di tutup. Bodor.
* Buku-buku belum ada yang dirapiin, satupun, berantan semua.
* numpuk aja noh semua di meja. kaya mau ngeloak buku. aha-aha.




(copas dari note di hp)

Jumat, Agustus 06, 2010

Cuma Berharap Kayak Dulu, Gak Lebih.

Entah sejak kapan, mungkin sejak saya menghabiskan waktu saya dirumah dan mungkin sejak masalah “kamar”, pokoknya hubungan saya sama dia jadi gak baik. Lama-lama capek kalo harus ngadepin orang kaya gitu terus. Tolong lah, sebagai adik-kakak tuh yah, kita bisa akur-akur lagi. Makin gede, dia tuh makin rese, makin keras kepala, semua maunya dia harus di turutin. Kalau kata orang ini hanya sudut pandang saya aja, iya uwis, gak apa-apa. Emang ini kok yang saya rasain beberapa hari ini diem di rumah.


Kalau gak banyak-banyak istighfar, mungkin tadi saya udah banting tuh sepedah sama pintu. Untung aja saya masih bisa ngendaliin emosi. Haduh, beneran deh gak kuat. Bener-bener bingung ngadepin orang kaya dia. Di baik-baikin, kadang ngelunjak. Di kasarin, makin jadi.



Pokonya saya pengen punya kesibukan lain di luar rumah. Supaya saya gak terlalu sering buat ketemu sama dia, buat berantem sama dia. Capek, kalau terus-terusan ’makan ati’ liat sikapnya yang makin hari, makin gak sopan.


Entah deh gimana caranya supaya dia bisa lebih sopan sama orang lain.



Pokoknya, saya Cuma pengen rutinitas saya yang dulu. Jarang diem di rumah lama-lama. Mungkin dengan begitu, kita bisa lebih saling menghargai waktu yang singkat antara kakak dan adik.

Minggu, Juli 18, 2010

Buah Tangan


Musim liburan sama dengan musim buah tangan atau yang sering kita sebut dengan oleh-oleh. Karena musim liburan ini juga, banyak teman dan saudara yang bepergian, sehingga membawakan saya si buah tangan tadi.

Mulai dari gantungan kunci sampai kerincing-kerincing pemanis kamar. Saya sangat suka dengan buah tangan pemberian mereka.


Saya tidak pernah melihat pemberian mereka itu dari biaya yang mereka keluarkan untuk membelinya, tetapi bagaimana bisa mereka membelikan saya buah tangan jika mereka tidak ingat pada saya saat berada disana.

Dan ternyata, mereka yang membelikan saya buah tangan, itu sudah tentu mereka ingat saya.


Dengan diingat saja, itu sudah cukup. Memberi kabar saat berlibur pun itu cukup sebenarnya. Saya turut berbahagia mendengar cerita seru mereka. Ya walaupun dengan sedikit sirik. Tapi saya ikut senang kok.


Makasih ya buat semuanya yang sudah membawakan saya buah tangan, pergi jauh tetap ingat saya. Ahaahaha.. *PD pisan..*


Makasih banyak yaa ..