Selasa, April 23, 2013

Selamat datang..

Selamat datang di dunia sebenarnya.
Butuh katarsis :)

Kamis, Oktober 27, 2011

kesana kemari

huwaa.. sudah lama ya saya gak posting sesuatu disini. ahaha. Saya punya janji buat nulis semua yang saya tahu tentang Cikondang, pengalaman saya disana, dan pelajaran apa saja yang saya dapat disana. Rasanya itu semua masih mengganjal ya.. Saya belum bisa merealisasikannya karena... yah karena saya males. ahaha.. Bingung juga sih mau mulai ceritanya darimana. Rasanya terlalu banyak yang ingin saya ceritakan. Ya mungkin nanti ketika saya sudah tidak males lagi, akan saya susun satu-persatu. Yaelah.. kayak mau nulis serius aja. Tunggu aja ya..

Yang pasti semua yang pernah saya lalui selama KKN sangat bermanfaat bagi diri saya sekarang. Kalo diceritain dari awal sampe akhir rasanya sinetron Tersanjung juga kalah. ahaha.. gak juga sih..
Intinya SANGAT BERMANFAAT.






"Hei kamu yang pernah anter saya dari Bandung ke Cikondang, makasih yaa.. Makasih juga buat ajakan makan siangnya hari ini. :)"

Minggu, Juni 26, 2011

Perjalanan ke Situs Rumah Adat Cikondang




Situs Rumah Adat Cikondang berada 
di dalam wilayah Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Jika kita ingin mengetahui seperti apa suasana Kampung Adat Cikondang pada masa lalu, kita dapat melihatnya di Situs Kampung Adat Cikondang.

Perjalanan dari Kota Bandung tidak lah sulit. Dari Tegalega kita naik elf (mobil seperti mini bus) jurusan pangalengan dengan mengeluarkan uang sebesar Rp.6.000,- saja. Turun di Cibiana. Kalau kita enggak tahu Cibiana itu dimana, kita tinggal bilang sama keneknya dan minta diturunin di Cibiana. Perjalanan yang enggak jauh kok.




Turun dari elf tadi, kita langsung dapat melihat tulisan SITUS RUMAH ADAT CIKONDANG. Dari jalan besar itu kita bisa naik ojeg dengan mengeluarkan uang sebesar Rp.3.000,-. Walaupun sebenarnya jalan kaki juga bisa, enggak jauh-jauh amat kok. Hanya 800 km.




Untuk dapat melihat situs rumah adat cikondang, kita harus minta izin dulu sama Kuncennya (maaf lupa nama Bapaknya, ehehe). Kata Kuncennya, setiap hari Senin sama Kamis, cukup banyak pengunjungnya karena kebanyakan dari mereka mau nyekar ke makam. Jadi kalau mau dateng ke sana lebih baik hari Senin atau Kamis, biar Kuncennya ada di tempat. ehehe..

Buat temen-temen yang pengen tahu tentang budaya, khususnya budaya yang ada di Bandung. Coba deh dateng ke Situs Rumah Adat Cikondang. Karena kita juga pasti dapet cerita yang menarik dari Sesepuh dan Kuncen disana.Selain kita jalan-jalan, kita juga dapet pengetahuan baru disana. :)



Keterangan Foto (dari kiri ke kanan): Bapak Kuncen, Agon, Alita, Dewi, Ratih, Eva, Ridwan, dan Bapak Sesepuh. Foto oleh Asep. eheheh

Selama 40 hari kita akan tinggal di Kampung Adat Cikondang. Bukan di rumah adatnya ya..
Cerita selanjutnya pasti menyusul.

Jumat, April 01, 2011

blog itu


Baru aja saya selesai membaca sebuah blog yang entah kapan dan sudah lama tidak pernah terjamah lagi oleh kita. Heh? Oleh saya tepatnya. Mungkin terakhir saya buka tahun 2009. Buwahahaha.. Gak pernah di lihat lagi. Tapi baguss tauu.. ternyata.. andai itu blog buat saya.. (ngiri: mode on) buwahahaha.. Isinya simpel, gak ada kata-kata yang buat kita harus mikir. Hanya makna di dalemnya aja yang bikin terkesan dan terharu. Coba deh hey kalian baca.. Itu blog buatan kita bersama loh.. Mulai dari tampilan luar sampe tulisan-tulisannya juga kita yang buat.. ahahaha

Tampilan luarnya emang dibikin sama beberapa orang dari kita yaitu si Agung yang cengos, si Ita yang manis, dan si Dena yang pinter. Buwahahha.. Dibuat di gedung UPI.net tempat kita belajar statistik. Orang lain serius merhatiin pelajaran statistik, si agung malah ngajakin online buat bikin blog khusus itu. Alhasil saya jadi ikutan gak belajar, “kamu sih, gung, pamawana”. Ahahha *padahal mah da emang suka gak merhatiin walau pake komputer sendirian juga. Buwahaha :)

Kalau kata-katanya kita semua yang bikin, ada lyly yang cantik, ina yang tomboy, dani yang sukanya ngabojeg, marwan yang gak bisa diem, dan arsy yang misterius. (ini panggilan dari ita wee.. :D jadi kalau mau marah sama si ita aja :D) Semuanya dapet tugas buat bikin kesan dan pesan karena tulisannya mau di-publish di blog tersebut. Jadi deh tulisan aneka ragam dengan kata-kata yang beragam tapi punya satu isi.

Kalau ngomongin tulisan dari saya, pada waktu itu tulisan saya sangat lah ALAY LUAR BIASA. Buwahahaha.. yang harusnya huruf “o” jadi “u”, contoh: “kuk”, “ngumung”, dan lain sebagainya. Ahahah (heh yang baca, jangan ngetawain ita siahh..!!!)

Kesan saya setelah baca blog itu.. uwaaww keren, sebegitunya kah kita? Pas baca: saya bisa senyum karena tulisan-tulisannya yang isinya rasa sayang, ketawa karena beberapa foto yang dimasukan ke postingannya emang kocak, tulisan tentang cerita pembuatan yang membuat saya jadi inget masa lalu (kejadian saat itu) bener-bener heboh dan gak berhenti ketawa. Terakhir, saya diem.


Diemnya udahan ah.. ketawa-ketawa lagi aja nginget-nginget masa itu yang menyenangkan-nya. :)))) 

Senin, Maret 28, 2011

twenty


Umur saya yang sekarang sudah berkepala dua alias 20 tahun. Bersyukur, jelas, sangat-sangat bersyukur. Selama 20 tahun hidup di dunia, banyak pengalaman positif juga pengalaman negatif yang pernah saya alami. Semua pengalaman itu membuat saya menjadi semakin dewasa.

Saya dewasa? Iya, cukup dewasa, lebih dewasa dari sebelumnya. Tapi dewasa disini bukan "geDE WAdul kaSAsaha" yaa.. hehehe.. Kalau menurut saya, kata dewasa itu punya arti yang sangat luas. Mulai dari lebih mandiri, sudah mengerti dan bisa memutuskan mana yang baik dan mana yang buruk, bisa mengatasi masalahnya, mampu bertanggungjawab, dan hal-hal yang serupa.

Ada beberapa teman yang menganggap saya sangat dewasa. Oyeah? Ehhehe makasih. Tapi beberapa teman juga bilang kalau saya sangat tidak dewasa terutama dalam perilaku yang muncul. Ahahha.. emmberr.. 
Kesimpulannya, saya cukup dewasa. Aahh.. bingung lah kalau ngomongin udah dewasa apa belum. Yang pasti saya selalu berusaha untuk menjadi individu yang lebih baik lagi.

Pengalaman hidup satu persatu mulai saya rasakan. Dari sangat tinggi menjadi tinggi, dari tinggi menjadi biasa saja, dari biasa saja menjadi rendah, dari rendah menjadi jatuh. Semuanya sudah saya rasakan. alhamdulillah. Tapi inget, Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umat-Nya. Maka semua pengalaman yang pernah saya alami pasti bisa saya lalui karena saya yakin, itu sesuai dengan kemampuan saya.
Saya diberikan cobaan untuk lebih bersabar dalam menghadapi suatu hal, alhamdulillah, walaupun masih tersendat-sendat, saya rasa saya mampu dan bisa melaluinya. Saya dicoba untuk lebih kuat, insyallah saya bisa. Pokoknya saya yakin apapun cobaan yang diberikan Allah pada saya, insyallah saya bisa melewatinya dan itu lah proses pendewasaan diri saya. Dan saya juga yakin dibalik semua cobaan-Nya pasti ada hikmah yang bisa kita ambil.

Di usia saya yang ke 20 tahun ini, saya ingin menjadi seseorang yang lebih berguna lagi. Saya ingin bisa membahagiakan orang-orang disekitar saya. Saya ingin segera menyelesaikan pendidikan S1 saya. Saya ingin mendapatkan pekerjaan. Saya ingin meraih cita-cita saya. Dan masih banyak lagi yang saya inginkan.

Di usia saya yang ke 20 tahun ini, saya sedang belajar banyak hal. Belajar menjadi seorang anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Belajar menjadi seorang kakak yang baik dan dapat dijadikan panutan oleh adiknya. Belajar menjadi seseorang yang dapat membuat lingkungan sekitarnya nyaman. Belajar menjadi hamba yang lebih baik. Belajar menjadi lebih kuat, lebih sabar, lebih dewasa, dan selalu menjadi lebih baik lagi. Belajar menjadi seorang pegawai. Serta belajar banyak hal yang gak mungkin bisa diuraikan satu persatu.


Bersyukur: cukup banyak hal yang sudah saya lakukan, saya alami, dan saya mengerti.

Jumat, Maret 25, 2011

Mulai Berjalan - Juicy Luicy

Hapus sesal kau lakukan, dan mulai berjalanlah kawan

Hentikan tangismu, umbarkan bahagiamu

Dan jangan risaukan, hidup adalah rintangan

Tak perlu kau takutkan, hadapi dengan senyuman


Dan nanti semoga kelak kau rasakan hidup penuh senyum bahagia inginmu

Dan nanti semoga kelak kau dapatkan adanya wujud khayal yang kau tunggu


Tinggalkan buruk lakumu dan mulailah hidup baik barumu

Indah kan kau rasakan, bahagia kau dapatkan

Mari bernyanyi, dendangkan lagu kami ini

Mari menari, lupakan sakit dihati


Dan nanti semoga kelak kau rasakan hidup penuh senyum bahagia inginmu

Dan nanti semoga kelak kau lakukan, ubah semua lebih baik untukmu


Dan waktu kan terus berlalu..

Takkan bisa lagi ku menunggu.. oohh.. yeeeeyy..


Dan nanti semoga kelak kau rasakan hidup penuh senyum bahagia inginmu

Dan nanti semoga kelak kau dapatkan adanya wujud khayal yang kau tunggu

Dan nanti semoga kelak kau rasakan hidup penuh senyum bahagia inginmu

Dan nanti semoga kelak kau lakukan, ubah semua lebih baik untukmu



-------


Lagunya bagus ya?
Selain enak didenger, makna dari lagunya juga dapet. :)

Lagu dari seorang "sahabat" buat temennya.

cerita bisa lewat mana aja..

In all my life, and the hereafter, I’ve never seen someone like you.

You’re a knife, sharp, and deadly. And it’s me, that you cut into.

But a don’t mind, in fact i like it, though I’m terrified.

I’m turned on but scare of you.

[Beautiful Monster – NeYo]

Can’t nobody do it like you. Said every little thing you do.

Hey baby say it stay on my mind.

And I, I’m officially missing you.

Now I don’t even know you at all. I don’t know you at all.

Well I wish thah you would call me right now.

So that I could get through to you somehow.

But I gues it’s safe to say baby, safe to say..

That I’m officially missing you.

[Officially Missing You – Tamia]

Takkan ku sangka sejak pertama, semua ini terjadi.

Seakan hujan dating membawa dinginnya takkan reda.

Buang saja kasihmu. Ku tak mau kau ada di sini.

Aku mati rasa, ketika kau bersamanya.

Taka a lagi perasaan. Tak bisa lagi ku merasakan cinta.

[Mati Rasa – Dewi Sandra]

Don’t try to explain your mind.

I know what’s happening here.

One minute, it’s love, and suddenly, it’s like a battlefield.

[Battlefield – Jordin Spark]

You always think, always speak crypticly.

I should know, that you’re no good for me.

Cause you’re hot then you’re cold, you’re yes and you’re no,

you’re in and you’re out, you’re up and you’re down,

you’re wrong when it’s right, it’s black and it’s white,

we fight, we break up.

I should know that you’re not gonna change.

[Hot and Cold – Katy Perry]

Take back now, my life you’re stealing.

Yesterday was hell. But today I’m fine without you.

Runaway ths time without you and all I ever thought you’d be.

And when the memory slipaway.

There will be a better view from here,

And only lonesome you remains and just the thought of you I fear it falls away.

[ Straightjacket feeling – The All American Rejects]

… kau berpaling dariku dan meninggalkanku disini.

Kini ku tak peduli lagi, jalani hidupmu sendiri, pergi lewati hari-harimu sendiri.

Ku sudah lakukan segalanya, tapi ku tak pernah menjadi yang terbaik untukmu.

Ku telah turuti apapun permintaanmu, tapi ku tak pernah tahu apa keinginanmu.

Pergilah kau pergi, rasa ini hampa, ku tak akan lagi peduli.

[Rasa Ini Tak Ada Lagi – Glory of Love]

I can’t get it back, but I don’t want it back.

I realize that, she don’t know how to act.

She was my nighttime, thought I was her star.

Guess I was wrong, but she I’m strong, won’t take long for me to move on.

The mistake I mad is clear.

We never should’ve been together. That the reason you’re not here.

I know I can do much better.

[Go On Girl – NeYo]

At first I was afraid. I was petrified.

I kept thinking I could never live without you by my side.

Just thinking how you’d done me wrong. I grew strong.

I learned how to get along.

You’re not welcome anymore.

Weren’t you the one who tried to break me with desire?

Did you think I’d crumble?

Did you think I’d lay down and die?

Oh not I. I will survive.

As long as I know how to love. I know I’ll be alive.

I’ve got all my life to live. I’ve got all my love to give. I will survive.

Just feeling sorry for myself. I used to cry. But now I hold my head up high.

[I Will Survive – Cake]

Mungkin pernah ku menangis. Mungkin diriku pernah tersakiti.

Namun kini ku kembali. Coba nikmati indahnya dunia.

Tiada lagi bayangan dirimu, yang selalu mencoba menahanku.

Bersama mentari, ku bernyanyi, mewarnai hari-hari.

Bersama pelangi, ku menari, menyambut bebasnya hati ini.

Tiada lagi yang mampu menghalangi, aku takkan berhenti melangkah.

Cause I’m moving on..

Ku percaya nanti ka nada saatnya, cinta kan datang padaku lagi.

[Moving On – Andien]

Hari-hari ku lewati, hanya sendiri tanpa kekasih.

Tapi tetap ku nikmati indahnya hari tanpa tambatan hati.

Aku ingin menjadi setitik awan kecil dinadi bersama mentari.

Walaupun ku sendiri, tapi aku masih ada cinta di hati.

[Masih Ada- Ello]



Cerita bisa lewat apa aja kan? :)

Sabtu, Februari 26, 2011

Terimakasih dan Maaf


Kata-kata ini, ita kasih buat orang-orang yang deket sama hati ita. Adanya disini nih di sebelah sini. Di hati.. J

Ya Allah, terimakasih atas segala yang Engkau berikan pada hamba-Mu ini, segalanya. Hamba-Mu ini yakin bahwa setiap peristiwa yang terjadi ada hikmahnya dan selalu ada yang terbaik. Hamba-Mu ini yakin bahwa setiap do’a yang hamba minta, Engkau akan mengabulkannya. Alhamdulillah..

Hamba selalu berusaha untuk menjadi yang lebih baik. Ya Allah, selalu ingatkan hamba ketika hamba kehilangan arah atau sedang tidak dalam jalan-Mu. Aaminn..

Pasti buat Ibu.

Orang yang selalu ada, mau ngertiin dan mau denger cerita ita, ya.. itu Ibu.

Makasih ya Bu, Ibu selalu ada buat teteh. Ibu udah ngajarin teteh segala hal yang baik dan buruk, sehingga teteh tahu. Makasih karena rasa sayang Ibu yang teteh yakin tulus dan gak akan pernah putus.

Walaupun kita kadang suka beda paham, tapi teteh tetep yakin cuma Ibu yang bener-bener bisa ngerasain apa yang teteh rasain. Waktu teteh seneng, teteh bisa liat wajah Ibu juga seneng. Saat teteh sakit, muka Ibu juga keliatan cemas. Saat teteh kecewa akan suatu hal, teteh bisa liat kekecewaan Ibu juga. Ibu pernah bilang, orang yang pertama kali sakit kalau teteh sakit itu pasti Ibu. Teteh percaya itu. Maaf ya bu.. Ibu jadi ikut sakit hati karena teteh sakit hati. Maaf udah buat Ibu ikut kecewa karena rasa sayang Ibu. Teteh tahu Ibu juga terpukul, kecewa, kesel, dan rasanya ingin meledak. Tapi teteh harap semua ini gak akan lama. Teteh bisa kuat, Ibu juga harus kuat. Ibu yang bilang kan, semua ini pasti ada jalan terbaik buat kita semua. Teteh sayang Ibu. Gak akan ada yang bisa gantiin posisi Ibu.

Kecerian kita akan kembali, Bu.

Ita dan Ayah.

Ayah.. teteh sayang Ayah. Teteh juga tahu Ayah sayang teteh, hanya kadang Ayah sulit buat nge-ekspresi-in nya. Tapi teteh bener-bener yakin kalau Ayah sayang teteh.

Kejadian itu gak akan pernah ita lupain. Pertama kali ita sadar kalau Ayah bilang sayang sama ita. Waktu dan tempatnya emang gak mewah, tapi rasa-nya dapet. Di tempat nasi goreng depan kerjaan Ibu, lagi mau nyuap nasi, Ayah bilang “Ati-ati sayang, panas”. Hanya itu, tapi itu bener-bener kerasa terus dari ita TK sampe sekarang. Mungkin menurut orang lain, ini hal yang biasa. Tapi buat ita ini pertama kalinya ita sadar kata-kata sayang dari Ayah. J

Makasih Ayah. Walaupun Ayah keliatannya cuek, tapi teteh yakin Ayah peduli. Mungkin kepedulian Ayah gak akan bisa kayak Ibu. Tapi ketika teteh seneng, teteh juga bisa liat Ayah seneng. Saat teteh seneng, Ayah mendukung kesenangan teteh. Ibu pernah bilang, kalau Ayah selalu akan ikutin kesenengan teteh. Selagi teteh seneng, kalau pun Ayah kurang sreg, Ayah pasti ikut seneng. Makasih Ayah buat pengertiannya.

Teteh juga mau minta maaf karena pernah buat Ayah kecewa dan belum bisa buat Ayah bener-bener bangga. Tapi teteh bakalan terus berusaha buat Ayah sama Ibu.

Saat itu, beberapa minggu yang lalu, seperti biasa pulang kuliah, tiduran depan televisi. Ayah datang, istirahat dari kerjanya. Ayah ikut tidur disebelah ita, sambil mijit kepala ita yang katanya terlalu kecil. “Kamu harus ceria lagi, Teh. Kamu harus bisa kayak biasa lagi. Ini namanya hidup, Teh.” Rasanya pengen nangis dipelukan Ayah, tapi karena ketahan gengsi, ita cuma bisa nge-hehe. Walaupun Ayah gak pernah ngomong banyak dan mengungkapkan perasaannya lewat kata-kata, tapi ita bisa liat semua itu dari tingkah laku Ayah.

Teteh tahu Ayah juga kecewa, idung Ayah yang merah dan mata yang berkaca-kaca gak bisa boong, Yah. Ayah bilang, Ayah kurang peka. Tapi Ayah gak perlu minta maaf, karena Ayah berpikir positif, Ayah kira bahwa ini proses menuju baik. Dan setelah tahu ujungnya gini, ya Ayah gak perlu ngerasa salah juga. Gak ada yang tahu kalau ending-nya bakal kayak gini kan? Teteh minta maaf karena untuk pertama kalinya Ayah sakit hati sama orang lain, sama kelakuan-nya. Maaf ya Ayah..

Ade Rangga.

De, kita sama-sama tahu, kita sering banget beda paham. Tapi walaupun gitu, teteh tetep sayang Ade, dan teteh juga yakin Ade sayang teteh. Kamu emang gak pernah bilang kalau kamu sayang teteh, tapi teteh bisa ngerasain itu. Kalau kamu udah makin dewasa, kamu bakal makin ngerti, De. Teteh gak pernah punya niat buat ngejatohin kamu dimata Ayah dan Ibu. Niat teteh selalu baik.

Makasih ya De.. udah mau denger cerita ketika teteh emang butuh cerita. Walaupun kamu hanya ngedengerin dan berkomentar sedikit, gak apa-apa. Teteh tetep butuh kamu. Makasih juga karena sedikit demi sedikit kamu udah percaya sama teteh. Kamu bisa cerita apa aja sama teteh, teteh pasti dengerin kamu, dan ketika kamu butuh saran, teteh juga bakal usaha ngasih saran terbaik buat kamu.

Maaf De kalau teteh belum bisa jadi kakak ideal buat ade. Tapi teteh bakal terus usaha gimana jadi kakak yang bener. Teteh sayang Ade. J

Embah tersayang, nenek biologis ita satu-satunya yang masih ada dan bisa di peluk. J

Dari kecil, ita emang lebih banyak tinggal atau di temenin sama Embah. Embah adalah nenek yang dari dulu ngajarin ita banyak hal, selain Ibu sama Ayah. Omongan Embah itu yang paling ita denger. Ita gak mau kehilangan Embah.

Embah, makasih ya selama ini, dari teteh kecil sampe sekarang umur teteh udah 20 tahun, Embah masih ngajarin teteh banyak hal. Masih ngasih tahu teteh buat selalu berpikir positif. Teteh juga mau minta maaf kalau teteh udah ngecewain Embah, sering buat Embah repot, dan sering ninggalin Embah di rumah sendirian karena harus kuliah. Tapi sekarang Embah di Purwakarta pasti selalu ada temennya kan? Teteh selalu kangen Embah..

Kamu tahu apa yang Embah tanyain waktu ita datang ke Purwakarta kemarin? Ita cuma bisa nge-iya-in semua pertanyaan Embah, karena Embah udah tahu.

Makasih ya Mbah buat doanya.. Doain teteh terus ya Mbah.. JMaaf..

Keluarga besar, dari keluarga Ayah juga keluarga Ibu.

Gak mungkin bisa disebut satu-satu namanya. Yang pasti ita mau bilang makasih buat support-nya. Mungkin keliatannya sepele, hanya buat ita seneng, senyum, makin yakin dan hal-hal lain yang berupa dukungan, tapi buat ita itu berharga. J

Maaf kalau kata-kata ita pernah bikin hati kurang enak atau kelakuan ita yang bikin sakit hati.

Temen-temen di kampus.

Nah ini juga sulit buat disebut satu-satu namanya..

Makasih ya buat semua yang udah kalian lakuin buat ita.. Mungkin ita gak bisa ngebales semua kebaikan kalian. Tapi ita juga bakalan usaha buat jadi temen yang baik buat kalian. J

Maaf buat semua kesalahan ita sama kalian. Ita manusia biasa yang pasti punya kesalahan, dan ita harap kalian bisa maafin kesalahan ita. Insyallah ita bisa jadi manusia yang lebih baik lagi.. aaamiin..

Buat Dyah Mardiah

Makasih ya dy.. kamu masih mau jadi temen ita, masih mau denger cerita ita yang kadang gak penting. Ita juga seneng bisa temenan sama kamu, ita seneng bisa denger cerita-cerita tentang kamu. Makasih buat setiap ajakan jalannya.. J

Ita pasti pernah punya salah yang mungkin ita gak sadar, ita minta maaf ya Dy..

Satu Keluarga disana.

Makasih buat semuanya, buat penerimaannya.. Baru kali ini lita ngerasa diterima layaknya keluarga baru. Makasih buat setiap sambutan hangatnya saat lita berkunjung kesana.

Lita juga mau minta maaf, karena pernah ngerepotin, maaf kalau ada perkataan dan kelakuan lita yang kurang berkenan di hati semuanya. Maaf karena lita gak bisa ngomong langsung karena takut salah paham. Tapi lita yakin keluarga disana juga bisa ngerti posisi dan perasaan lita. Lita yakin keluarga disana bisa memaafkan lita, tanpa lita ngomong secara langsung.

Makasih dan Maaf..

Selasa, Agustus 24, 2010

suka-gak suka, hargai.

Cara setiap orang berbicara, bersikap, bersenda-gurau, berlutut, bernyanyi, bermain, bergaul, berteman, bersuka-cita, berjingkrak, bersalaman, berdampingan, bersinggungan, dan ber-ber lainnya, itu pasti berbeda. Setiap orang memiliki ke-khas-an masing-masing. Tidak akan ada yang sama kesemuanya.

Ada orang yang suka, ada juga yang gak suka.
Ada orang yang cinta, ada juga yang benci.
Ada orang yang sayang, ada juga yang jijik.
Ada orang yang dihormati, ada juga yang mencemooh.


Setiap orang pasti tidak akan ada yang sempurna, pasti memiliki kekurangan. Dibalik kekurangannya itu, pasti terdapat kelebihan.
Tidak akan ada orang yang selalu bersikap seperti apa yang kita harapkan, karena pada dasarnya setiap orang memiliki "ego" yang berbeda.


Tidak melihat seseorang dari kekurangannya merupakan hal yang luar biasa.
Melihat seseorang dari kelebihannya dan menjadikan kekurangannya sebagai suatu kelebihannya juga, merupakan suatu hal yang sangat luar biasa.



Sang Maha Sutradara dan Sang Maha Pembuat Naskah telah menyiapkan ending yang terbaik bagi peran yang kita mainkan sekarang.

Sabtu, Agustus 07, 2010

Ocehan Kemaren Malem

* hajuuh, gini yah rasanya gak punya pulsa.
* seisi rumah gak punya pulsa juga.
* mau ol pun, gak ada kuotanya.
* nunggu ada yang nelepon. di tungguin sampe jam 2, gak ada telepon juga.
* pengen ngabarin orang, mana bisa?
* liat-liat hp, yang gak bunyi-bunyi.
* no sms, no tevon, no-no-no..

-----

* makin malem, makin dingin. Pori-pori membesar.
* NO CONTEST, filmnya bagus juga.
* setengah 3, it's time to sleep.
* pantesan aja dingin, pintu kamar gak di tutup. Bodor.
* Buku-buku belum ada yang dirapiin, satupun, berantan semua.
* numpuk aja noh semua di meja. kaya mau ngeloak buku. aha-aha.




(copas dari note di hp)

Jumat, Agustus 06, 2010

Cuma Berharap Kayak Dulu, Gak Lebih.

Entah sejak kapan, mungkin sejak saya menghabiskan waktu saya dirumah dan mungkin sejak masalah “kamar”, pokoknya hubungan saya sama dia jadi gak baik. Lama-lama capek kalo harus ngadepin orang kaya gitu terus. Tolong lah, sebagai adik-kakak tuh yah, kita bisa akur-akur lagi. Makin gede, dia tuh makin rese, makin keras kepala, semua maunya dia harus di turutin. Kalau kata orang ini hanya sudut pandang saya aja, iya uwis, gak apa-apa. Emang ini kok yang saya rasain beberapa hari ini diem di rumah.


Kalau gak banyak-banyak istighfar, mungkin tadi saya udah banting tuh sepedah sama pintu. Untung aja saya masih bisa ngendaliin emosi. Haduh, beneran deh gak kuat. Bener-bener bingung ngadepin orang kaya dia. Di baik-baikin, kadang ngelunjak. Di kasarin, makin jadi.



Pokonya saya pengen punya kesibukan lain di luar rumah. Supaya saya gak terlalu sering buat ketemu sama dia, buat berantem sama dia. Capek, kalau terus-terusan ’makan ati’ liat sikapnya yang makin hari, makin gak sopan.


Entah deh gimana caranya supaya dia bisa lebih sopan sama orang lain.



Pokoknya, saya Cuma pengen rutinitas saya yang dulu. Jarang diem di rumah lama-lama. Mungkin dengan begitu, kita bisa lebih saling menghargai waktu yang singkat antara kakak dan adik.

Minggu, Juli 18, 2010

Buah Tangan


Musim liburan sama dengan musim buah tangan atau yang sering kita sebut dengan oleh-oleh. Karena musim liburan ini juga, banyak teman dan saudara yang bepergian, sehingga membawakan saya si buah tangan tadi.

Mulai dari gantungan kunci sampai kerincing-kerincing pemanis kamar. Saya sangat suka dengan buah tangan pemberian mereka.


Saya tidak pernah melihat pemberian mereka itu dari biaya yang mereka keluarkan untuk membelinya, tetapi bagaimana bisa mereka membelikan saya buah tangan jika mereka tidak ingat pada saya saat berada disana.

Dan ternyata, mereka yang membelikan saya buah tangan, itu sudah tentu mereka ingat saya.


Dengan diingat saja, itu sudah cukup. Memberi kabar saat berlibur pun itu cukup sebenarnya. Saya turut berbahagia mendengar cerita seru mereka. Ya walaupun dengan sedikit sirik. Tapi saya ikut senang kok.


Makasih ya buat semuanya yang sudah membawakan saya buah tangan, pergi jauh tetap ingat saya. Ahaahaha.. *PD pisan..*


Makasih banyak yaa ..

Sabtu, Juni 05, 2010

=)

Cuma mau ikut cerita-cerita dikit aja ya.. Kalau gak minat bacanya juga gak apa-apa.. hehe
Perasaan, udah lama banget saya enggak ngisi blog ini dengan serius. Maksud serius disini, bukan berarti nulis karya ilmiah gitu yaa.. tapi menulis cerita yang bisa dimengerti orang gitu..
Nah, sebenernya tulisan yang selalu saya publish disini memang ada artinya, namun hanya saya yang mengerti isinya. Gimana dengan yang lain, yang baca? Ehe, nah itu dia.. saya yakin mereka gak ngerti. Maaf ya..

Bukannya saya gak mau berbagi, tapi susah buat menjadikan tulisan saya itu bisa jadi dimengerti orang lain.

Mau nulis aja susah. Entah itu karena enggak ada minat nulis ato apa gitu..
Sebenernya, saya sering banget nulis yang rencananya bakalan di publish di sini, tapi lebih sering gagal. Mungkin minder ato apa gitu.. hehehe..
Pokonya setiap saya udah nulis, pasti berat banget buat nge-publish-nya. Berasa gak bebas gitu kalau mau publish di sini tuh. Minder kali ya, ato malu, ato gak pede, ato-ato yang lainnya.. hehe


Kira-kira kenapa ya?
Ada yang tahu?
Kalo gak tahu juga gak apa-apa kok, gak usah dipikirin juga sih..


kan cuma mau berbagi cerita aja.. :*

Selasa, Mei 25, 2010

ngomong apa cobaa...?

Hanya itu.
Bisu, rasanya lidah ini menjadi kelu dan otak pun mendadak beku.
Sebentar lagi, mimpi.
Rasanya sepi.
Tak terbukti.
Bukan itu, tapi tak tahu.
Senang jika melihat semua kesukaannya kembali.
Hanya itu yang terungkap.
Cukup.
Tapi tak merasa cukup.
Karena tak tahu.


*ngomong apa coba ya ...

Kamis, Mei 13, 2010

Menunggu Pagi

"Aku sayang sama kamu sejak kamu disitu, sampai sekarang, kamu tuh ga tau kalau aku tuh sayang sama kamu. Kamu tuh ga pernah..

Itu dia masalahnya gas.. Aku ga pernah bener-bener tahu. Aku nunggu gas, nunggu.. Tapi akhirnya aku sadar satu hal. Kamu ga sesayang itu sama aku.."


-menunggu pagi, peterpan-


Dari masa-masa sma sampe sekarang, masih suka banget ngulang kata-katanya.. Soalnya bagus sih.. Ahaaha
kalo lagi diem di rumah, sendirian, ga ada kerjaan, dan yang pasti ga lagi tidur, otomatis ngulang kata-kata itu.. Entah itu di ucapin ato cuma dalem hati aja. Ahaaha

*siga nu gelonya? Mun ada yang liat maa.. Ahaaha

Sabtu, Maret 06, 2010

titik-titik

....
....
.....
.....
...
....
......
.....
......
....
......
.......
....
.....
...
....
....
..........
....
......
............
....
...
.....
....
...
.....
....
.............
..........
..............................
..............
.......................
...................
...............
.........
..........................
............


hanya titik-titik yang mungkin tak bermakna.
selamat.

Jumat, Februari 12, 2010

asik juga sih.

Pertama nyampe tempat tujuan, bete sih, soalnya jadi kambing lucu diantara si Dyah dan si Miph. Sama miph belum terlalu deket sih, iya walaupun udah lama kenal. Ehehehe. Turun dari motor udah kaya orang kebanjiran dari Panyileukan, jas ujan yang gedenya seabrag-abrag, kaki yang kotornya kaya anak abis main comberan, rambut yang acak-acakan kaya gag nyisir satu tahun. Parah.


Masuk wc, bersih-bersih, oke siap untuk bertempur. Walaupun jadi kambing lucu, tetep asik kok, berusaha menikmati. Ngeliatin orang pacaran, orang yang sibuk sendiri (panitia), panitia yang malah asik pacaran, cewek-cewek yang dandanannya super heboh, hoalah pokonya seru lah ngeliatin orang lalu-lalang.


Ke-so-tahu-an apa ke-gag-tahu-an saya muncul kembali, jadi cewe yang baris di tengah dan cukup depan. Kalau seandainya mau nonton Maliq, Kerispatih dsb sih kayanya gag jadi masalah, tapi yang jadi masalah kali ini, saya mau liat aksi panggungnya Shaggy Dog. Sumpah, ini pertamakalinya saya nonton band yang beginian pas didepan panggung. Gila, semua cowok begerak gag jelas, apa tuh namanya? Moshing? Atau apa sih? Gag ngerti juga. Keseret sana-sini, kegencet sana-sini, kaki keinjek-injek. Huaahh, seru sih, tapi takut jatoh terus ke’leyek-leyek’, mampus dah. Untuk ada si miph yang emang suka juga bergerak gag jelas gitu, jadi dia yang jagain kita diantara para cowok. Entah deh, kalo gag ada si miph apa jadinya saya sama si dyah disana. Ahahha.


Tapi jujur, seru sih, ikut-ikutan keseret-seret gitu. Kaki kaya gag napak ke tanah. Ini pertama kalinya. Biasanya kalo jingkrak-jingkrakan gitu juga masih di lingkungan cewe yang gag mungkin seanarkis ini. Ahahaha. Mungkin lain kali kalo ada kesempatan, boleh nyoba lagi, tapi tetep harus ada yang bisa ngelindungin. Ehhehe.


Bau keringet cowo-cowo yang bikin saya eneg. Mual. Huuuekkks. Gag bisa napas. Setiap mau ambil napas, pasti harus jinjit dulu supaya udara yang masih enaknya bisa kehirup. Hooooahhhh, leganya kalo udah ambil napas.


Pas dipertengahan band itu lagi manggung, band itu bilang tentang kerispatih, terus penonton yang lain bilang “huuuuuuuuuuuuuuuuuhhhh” (*mencela). Sebagai orang yang suka sama band itu, saya jadi gag enak, sayang banget ya, band yang dulunya punya pamor bagus, kayanya sekarang lagi melempem. Hiks-hiks, sedih, lebay. Ahahhah. Tapi emang bener loh, walaupun sekarang saya bukan orang yang mengagumi mereka kaya dulu – yang sampe bela-belain, tapi tetep aja menyayangkan hal itu.


Wuuaww, Maliq and D’essentials keren banget. Gag nyesel ngeluarin duit 45rebu buat dateng ke acara ini. Sumpah, keren banget. Nyesel lah kalo gag bisa liat aksi panggungnya Maliq. Sepanjang nonton Maliq, nyanyi terus … dari lagu Funk Flow – the one – terdiam – dia – coba katakan – pilihanku. Jejingkrakan terus. Pokonya nguras tenaga banget lah. Sangat tidak menyesal.


Setelah capek abis jejingkrakan-nyanyi-nyanyi, cari tempat duduk aja susah. Penuh. Sampe akhirnya duduk di tangga, toh yang lain juga duduk di tangga. Sambil nonton Alexa, ngeliat sekeliling ruangan, padet, Cuma ada sisa di bagian pojokan aja. Tengah sangat penuh, tempat duduk penuh, tangga buat jalan aja penuh, tinggal pojokan buat jalan keluar aja yang kosong, hebat. Acara ini hebat. Tiketnya sold out. Kapan ya saya punya acara di Sabuga sampe sebesar ini? Insyallah, nanti. Aaamiinn ..

Jumat, Januari 15, 2010

Percakapan yang panjang dan mendebarkan. ahahah. Sekarang sih, pas nulis udah gag begitu deg-degan lagi, gag kaya tadi.


I: “om, lita mau pinjem golok, kompas orientering, kompas bidik, protactor sama …….. Eh, yah, kita punya pisau lipat sama penggaris besi kan di rumah?”

A: “iya itu mah ada, yang gag ada aja minjemnya!”

I: “iya om itu aja berarti. Ehhehe”

U: “iya, bentar disiapin. Cik pang siapkeun ieu nu ditulis” minta tolong pegawainya.

A: “kumaha ben ayeuna?”

Si om bercerita panjang lebar sampai akhirnya banyak pertanyaan yang terlontar.

U: “dih, anak kamu teh ikutan *PA di *tempat kampus na? hebat euy!”

Tanda * (bintang) sensor ceritanya, kan gag boleh bilang merek. Ahhaha. Setelah denger pertanyaan si om, sumpah kaget, gag tahu harus bilang apa. Dilema. Kalau bilang gag, ntar minjemnya susah, kalau bilang iya tapi kan gag. Oke, iya. Ayah sih cuma senyum aja.


U: “om juga kan sering ke sana, tiga minggu yang lalu kalau gag salah om itu pasang tempat buat panjat tebing di *lapangan. Kemaren-kemaren anak *PA nya kesini beli buat seperangkat arung jeram sama panjat tebing. Ini di butuhin buat latihan dasar kan? Kapan?”

Oh my God. Gemeter. Pengen bisa ngalihin pembicaraan. Si om nunjukin piagam yang didapet dari himpunan yang sedang kita bicarakan. Uaah, si om beneran deket sama himpunan ini.

I: “iya om. Nanti tanggal 18 sekarang.”

U: “hari Rabu?”

I: “bukan om, hari Senin”

U: “ berapa lama? Seminggu apa sebulan?”

I: “dua minggu kayanya om, belum ada kepastian.”

U: “pasti ada kepastian atuh, nanti keluarga di rumah gimana? Iya, kan? Dimana tempat pelatihannya?”

I: “di gunung S***.”

U: “ooh, itu teh di …………………………………..” si om panjang lebar menjelaskan.

U: “berapa peserta yang ikut tahun ini?”

Bingung gila. Gag tahu pasti kan, cari aman.

I: “masih belum pasti om yang bisa ikut berapa orang.”

U: “iya kira-kira berapa? 20 ada?”

Ya ampun om, ampun, gag tahu. Udah cari aman juga, tetep aja ditanya detail.

I: “iya sekitar segituan.”

U: “cewe yang ikut banyak?”

Jawaban aman, sedikit, kan jarang tuh cewe ikutan pecinta alam.

I: “ sedikt om cewe yang ikutnya mah.”

U: “berapa orang? 3 ato lima gitu? Nyampe?”

Pertanyaan si om sangat banyak dan harus jelas, mungkin om nya seneng dan ngerasa familiar sama himpunannya, tapi om tolong, saya bingung jawabannya. aahhaha.

Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkk .. banyak pertanyaan yang sangat mendasar mengenai himpunan itu, dan saya tak tahu. Dilanjut dengan, “kebanyakan orang mana yang ikut?”, “ketua himpunan yang sekarang namanya *ini bukan?”, “kemarin materinya udah sampai mana?”, “nanti kamu bakalan tahu arti bivoak (kalo gag salah itu istilahnya)", dan masih banyak pertanyaan lainnya, bla-bla-bla .. mati kutu.

U: “Apa yang buat kamu jadi pengen ikutan himpunan itu, lit?”

Jawabannya “soalnya kayanya asik aja ngeliat ayah jalan-jalan, manjat gunung gitu. Ehehheh”, muka udah gag karuan. Si ayah Cuma senyum-senyum aja terus. Cukup lah.

U: “wah, dih, ayeuna mah boga budak resep kitu oge, jadi teu bisa nyareknya? Pan urang ge baheula kitu. Ahahhaha”. Si om dan si ayah tertawa, saya gemeter-gila.

Gag banyak yang saya tahu tentang pecinta alam. Yang saya tahu tentang pecinta alam hanyalah sekelompk orang yang senang dengan alam (cinta lingkungan kali ya), berjalan-jalan di alam; naik gunung dan hal-hal yang dilakukan di alam terbuka (gunung), titik, itu aja. Materi dasar pecinta alam? Isinya apa? Bivoak atau b-b-b apa gitu awalannya dari b, itu apa coba? Gag tahu. Gila. Gag ngerti. Mati kutu.


Jujurnya sih, setelah ditanya alasan masuk himpunan itu, saya jadi inget cita-cita paling dulu yang pernah saya punya, salah satunya jadi pecinta alam, beneran pengen jadi pecinta alam. Ahahahha. Tapi sadar diri kok, fisik yang tidak memadai. Mulai dari kulit yang amat-sangat sensitif, kaki yang kalo kena dingin kram sampai linu tulang, ah ada-ada aja lah penyakit yang tidak mengijinkan saya buat ikutan kaya gituan, kecuali bareng ibu-ayah, kemping keluarga mah hayu. Ahahha.


Jadi inget masa lalu. Ahahha. Mungin kalo Cuma main-main aja sih bole, tapi kalo beneran ditinggal di hutan gitu sih, belum berani. Cita-cita pengen jadi pecinta alam kaya ayah adalah cita-cita jaman dulu sebelum sadar diri. ahhaaha


Satu hal lagi yang disadari dari percakapan panjang ini, ternyata *himpunan pecinta alam di kampus saya itu terkenal ya. ahaha.

Jumat, Desember 18, 2009

hanya sebuah kamar

Kamar saya hanya sebuah ruangan tidak berpintu berukuran 3x4 meter dengan hiasan berwarna ungu dan bergelantungan boneka monyet. Kamar saya sumpek karena diisi dengan banyak barang-barang. Ada computer, tape yang lumayan menyempitkan, meja besar untuk belajar, meja untuk simpen boneka-boneka kesayangan, tempat tidur, lemari yang umurnya lebih tua dari saya, dan dua kursi. Saya butuh sesuatu yang baru di kamar. Sumpek.


Akhir-akhir ini saya merasa tidak nyaman dengan kamar saya sendiri. Saya sudah tidak bisa lagi meluapkan semua emosi saya di kamar.


Kamar saya ini menjadi ruangan yang sudah tidak lagi bisa dibilang pribadi. Semua orang di rumah bisa lewat gitu aja Cuma buat menjemur pakaian. Apalagi sekarang, computer saya memang tidak canggih-canggih amat, tetapi karena sekarang sudah sering dipakai untuk kepentingan bersama, maka kamar saya lebih sering dikunjungi oleh orang-orang yang ada di rumah.


Untuk meluapkan emosi, sudah tidak bisa. Saya cengeng, sering rasanya saya ingin menangis, tetapi sekarang tidak lagi bisa dilakukan di kamar. Saya sering merasa ingin berdiam diri di kamar. Hal yang paling saya sering lakukan apabila sedang berada di kamar dan saya merasa emosi saya tidak baik, saya akan shalat dan mengeluh kepada-Nya hingga meneteskan air mata. Sekarang sudah tidak pernah saya lakukan lagi. Untuk menenangkan perasaan saya sendiri, saya tidak tahu, tidak ada tempat lagi. Saya pernah bercita-cita pergi keluar rumah sedirian tengah malam hanya untuk meluapkan kekesalan, tetapi tidak pernah bisa, karena tidak pernah mendapatkan izin. Kamarlah satu-satunya pilihan saya waktu itu, sekarang entahlah.


Saya suka keramaian, tetapi ada saatnya juga saya butuh untuk sendirian. Saya butuh kamar. Kamar adalah satu-satunya tempat yang bisa saya gunakan untuk beristirahat, tetapi sekarang, sirna. Hanya untuk beristirahat pada saat pulang kuliah saja, saya harus menumpang di kamar ibu untuk dapat bersandar dan meluruskan kaki. Kamar hanyalah tempat dimana ada kasur dan bantal yang sering saya pakai, itu saja.


Untuk mengerjakan tugas-tugas, sudah tidak nayaman lagi. Saya termasuk orang yang tidak suka apabila saya mau belajar dan tempat yang akan saya gunakan itu berantakan karena orang lain, saya menjadi kesal sendiri karena harus merapihkan apa yang seharusnya tidak saya lakukan pada saat itu.


Saya butuh kamar pribadi saya kembali berfungsi.

Kamis, Desember 17, 2009

Jawaban atas Pertanyaan

Ada rasa yang amat menusuk dan tidak bisa dipercaya, kebohongan dan ketulusan yang semu. Mungkin itu lah yang terbaik. Sakit memang, tapi itulah yang terbaik yang harus saya dapatkan.

Pernah saya bertanya, kenapa semua ini harus terjadi pada saya? Kenapa harus saya? Kenapa bukan orang lain yang mengalami apa yang saya rasakan? Apa saya bisa mengatasinya? Kenapa harus seperti ini masalah yang saya hadapi? Kenapa-kenapa-kenapa dan kenapa? Pertanyaan serupa itu selalu ada dibenak saya. Dan jawabannya adalah bersyukur.

Bersyukurlah karena masih diberi kenikmatan, diberi rasa bahagia, diberi rasa nyaman dan rasa aman. Semua ini tidak datang dengan sia-sia, pasti akan ada hasil yang bermanfaat di balik semua yang di dapat.

Mendapatkan suatu pengalaman yang lebih dibanding orang lain, maka bersyukurlah, karena kita mendapatkan sesuatu yang lebih. Belum tentu orang lain pernah merasakan apa yang kita rasakan, maka bersyukurlah. Belum tentu orang lain dapat mengatasi apa yang pernah menjadi masalah kita, maka bersyukurlah.

Semoga semua ini bisa diambil hikmahnya.